
kita sebagai manusia memang seringkali melupakan untuk bersyukur, bahwa ada banyak sekali karunia yang diberikan kepada kita. Termasuk karunia orang-orang terkasih yang bersama kita. Ketika masih bisa bersama-sama, kita sering menyepelekan arti sebuah kebersamaan. Kita sok merasa tidak butuh. Sok merasa tidak cinta, acuh tak acuh. Kita tak pernah menghargai keberadaannya, bahkan bisa jadi kita berkata, “Aku tak pernah bisa berpikir kalau aku cinta dan butuh dia.”
Ketika keberadaannya tiada — katakanlah dipisahkan jarak, saat itulah kita menyadari bahwa ternyata kehadirannya begitu berarti.
Nona yang sedang terpisah dengan sang kekasih yang memotret papan kedatangan di bandara itu mungkin sedang berinstrospeksi. Agar ia lebih menyadari dan menghargai kehadiran sang kekasih di sisinya ketika sedang terpisah oleh jarak. Mungkin ia sadar, bahwa orang hanya bisa bisa menghargai arti memiliki ketika ia sudah tidak memilikinya lagi. Agar nanti ketika berkumpul kembali, ia bisa mencintai dan menghargai sang kekasih lebih dari sebelumnya.
Jadi bagaimana kita sebenarnya menarik sisi dan nilai positif dari apa yang sedang kita alami dan menariknya menjadi sebuah pelajaran berharga. Bukankah kita tidak bisa mendapatkan semua yang kita inginkan agar bisa
